Kisah cinta dimasa muda itu biasa.
Terbang tinggi lalu terhempas.
Hati terkoyak bagai diayak.
Tak seorang pun mengerti.
Manifestasi dari itu adalah luka.
Ia diam, akupun diam.
Keheningan menyertai setelah itu.
Lalu, orang semakin masif menertawakan.
//Prihartono Agung. September. 04 2018
**Dedicated to my friend's girl, Dina Kusumaningrum.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Penentuan, Penentuan, Penentuan!
Hari ini, tanggal 25 Maret 2026, akhirnya aku mulai menulis lagi di blog ini. Entah udah berapa tahun aku ga menulis bahkan mengunjungi blo...
-
Kisah cinta dimasa muda itu biasa. Terbang tinggi lalu terhempas. Hati terkoyak bagai diayak. Tak seorang pun mengerti. Manifestasi dar...
-
Enyahlah kau gatal! Jangan larut dalam mencumbuiku Tubuh jantanku Nyamuk mana tak parasit? Kini aku berjelaga Awas saja! Kan ku ...
-
Amarah menguasai analisis terhenti. Tak diberi stimulus oleh otak kiri. Kelimpungan mencari pembelaan. Mendakwa oposisi seorang tiran. ...
No comments:
Post a Comment