Perkenalanku melalui gitar.
Wawasan tentang seniku menuntunnya.
Kita berbalas pesan dan tertawa.
Pikiranku terdistraksi olehnya.
Begitu cepatnya hari berganti.
Intonasinya pun menjadi pelik.
Balasan pesan darinya merabak.
Spontan ragaku tak bisa bergerak.
Aku menunggu sembari bermusik.
Dengan gitarku yang tak bermateri.
Tak sadar aku menjadi asertif.
Sekarang Ia pergi dan tak kembali.
//Prihartono Agung. September, 01 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Resah
Hai, pernah ngga kalian ngerasa kalo hidup kalian itu kosong dan hampa? Yap, perasaan itu yang akhir-akhir ini lagi ngehantuin aku. Hidup ...
-
Hai, pernah ngga kalian ngerasa kalo hidup kalian itu kosong dan hampa? Yap, perasaan itu yang akhir-akhir ini lagi ngehantuin aku. Hidup ...
-
Kau datang membasuh luka lama. Tahu 'kah engkau ratusan bintang yang berkilau bersua. Curiga kisah lama yang tumbuh. Tahu 'kah e...
-
Halo, bloggerku ! Wah, udah lama ya engkau ndak ku kunjungi, hehehe . Udah setahun lebih kayaknya, malahan sebelum pandemi covid-19 mencua...
No comments:
Post a Comment