Kisah cinta dimasa muda itu biasa.
Terbang tinggi lalu terhempas.
Hati terkoyak bagai diayak.
Tak seorang pun mengerti.
Manifestasi dari itu adalah luka.
Ia diam, akupun diam.
Keheningan menyertai setelah itu.
Lalu, orang semakin masif menertawakan.
//Prihartono Agung. September. 04 2018
**Dedicated to my friend's girl, Dina Kusumaningrum.
Tuesday, September 4, 2018
Saturday, September 1, 2018
Berlabuh Lalu Pergi
Perkenalanku melalui gitar.
Wawasan tentang seniku menuntunnya.
Kita berbalas pesan dan tertawa.
Pikiranku terdistraksi olehnya.
Begitu cepatnya hari berganti.
Intonasinya pun menjadi pelik.
Balasan pesan darinya merabak.
Spontan ragaku tak bisa bergerak.
Aku menunggu sembari bermusik.
Dengan gitarku yang tak bermateri.
Tak sadar aku menjadi asertif.
Sekarang Ia pergi dan tak kembali.
//Prihartono Agung. September, 01 2018
Wawasan tentang seniku menuntunnya.
Kita berbalas pesan dan tertawa.
Pikiranku terdistraksi olehnya.
Begitu cepatnya hari berganti.
Intonasinya pun menjadi pelik.
Balasan pesan darinya merabak.
Spontan ragaku tak bisa bergerak.
Aku menunggu sembari bermusik.
Dengan gitarku yang tak bermateri.
Tak sadar aku menjadi asertif.
Sekarang Ia pergi dan tak kembali.
//Prihartono Agung. September, 01 2018
Subscribe to:
Comments (Atom)
Resah
Hai, pernah ngga kalian ngerasa kalo hidup kalian itu kosong dan hampa? Yap, perasaan itu yang akhir-akhir ini lagi ngehantuin aku. Hidup ...
-
Hai, pernah ngga kalian ngerasa kalo hidup kalian itu kosong dan hampa? Yap, perasaan itu yang akhir-akhir ini lagi ngehantuin aku. Hidup ...
-
Kau datang membasuh luka lama. Tahu 'kah engkau ratusan bintang yang berkilau bersua. Curiga kisah lama yang tumbuh. Tahu 'kah e...
-
Halo, bloggerku ! Wah, udah lama ya engkau ndak ku kunjungi, hehehe . Udah setahun lebih kayaknya, malahan sebelum pandemi covid-19 mencua...