Dituntun olehmu, kegelisahanku pudar.
Oh, betapa kedamaian menyertai jiwaku.
Kau begitu dekat denganku,
Sempat aku mengira kau adalah aku.
Aku bagian darimu, kau bagian dariku.
Aku milkmu, kau milikku.
Kau telah bersemayam didalam kalbuku.
Disetiap hembus nafasku,
Tersirat makna yang agung.
"Akan 'kah ini hembusan nafas terakhirku?
Sehingga aku dapat bertemu denganmu?"
//Prihartono Agung. Oct 2019.
Tuesday, October 15, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Penentuan, Penentuan, Penentuan!
Hari ini, tanggal 25 Maret 2026, akhirnya aku mulai menulis lagi di blog ini. Entah udah berapa tahun aku ga menulis bahkan mengunjungi blo...
-
Kisah cinta dimasa muda itu biasa. Terbang tinggi lalu terhempas. Hati terkoyak bagai diayak. Tak seorang pun mengerti. Manifestasi dar...
-
Enyahlah kau gatal! Jangan larut dalam mencumbuiku Tubuh jantanku Nyamuk mana tak parasit? Kini aku berjelaga Awas saja! Kan ku ...
-
Amarah menguasai analisis terhenti. Tak diberi stimulus oleh otak kiri. Kelimpungan mencari pembelaan. Mendakwa oposisi seorang tiran. ...
No comments:
Post a Comment