"Di mataku, kau tetap elok layaknya uraian spektrum sinar matahari cikal bakal pelangi. Di mataku pula, kau tetap fenomenal layaknya semburat cahaya di antartika cikal bakal aurora."
"Aku ingin meluluhkanmu, sebelum awan hitam menghalau sinar mentari. Aku ingin menggenggammu, setelah awan hitam tersapu oleh biasan cahaya pelangi." //Prihartono Agung. October, 24 2018.
"Berbincang dengan semesta, secara universal menggambarkan kesetaraan antara alam semesta dengan manusia yang dimana menjadi perpaduan yang saling bersinergi."